KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL PASCA RELOKASI DAN PEMBANGUNAN PASAR MODERN

Muhammad Zunaidi

Abstract


Dalam menjawab permasalahan di atas peneliti menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan pengumpulan data berupa wawancara dan hasil yang peneliti peroleh ternyata banyak sekali yang terjadi setelah adanya relokasi pedagang dan pembangunan pasar modern Babat diantaranya:
Alasan pedagang untuk pindah dagang tidak lain di latar belakangi oleh ketidak setujuan pedagang adanya relokasi dan pembangunan pasar modern dengan alasan takut akan nilai ketradisionalan pasar Babat akan luntur dan harga kios yang mahal. Berbagai respon yang muncul yakni adanya aksi demostrasi, berdagang di luar area pasar, dan melakukan gugatan dan upaya pemerintah dalam meredam hal tersebut dengan mengdakan upaya sosialisasi, mediasi-mediasi dengan tokoh masyarakat, investor, perwakilan pedagang tradisional,dan pemerintah kabupaten Lamongan
Adanya pro dan kontara berakibat pada kehidupan sosial ekonomi pedagang dimana pedagang yang tradisional Babat sebelum adanya relokasi dan pembangunan pasar modern bersatu di pasar tradisional Babat setelah adanya hal tersebut pedagang tradisional Babat ada yang menempati pasar agrobis, pasar modern Babat dan ada yang menempati wilayah luar pasar.
Dimana pedagang yang berda di luar area pasar Babat mengalami penurunan berbeda pada waktu berdagang di pasar tradisional. Selanjutnya pedagang tradisional yang berada di pasar modern terlihat relatif stabil dan yang terahir kehidupan social ekonomi pedagang yang berada di wilyah pasar agrobis mengalami peningkatan terutama bagi pedagang yang melayani grosir.

Kata Kunci: Kehidupan Sosial Ekonomi, Pedagang Tradisional.

Full Text:

Untitled